sharing my stories
Friday, February 27, 2004
(Ya ampun, ngantuknya bukan main)

Tiba-tiba kangen ama Mezzoforte. Udah lama banget CD-nya ga pernah gue puter. Walhasil sambil nge-blow rambut tadi pagi gue dengerin album mereka yang Fortissimo. Gue seneng Mezzoforte karena mereka ga ribet bikin aransemen yang njelimet, tapi lagu-lagunya tetap berbobot gitu loh. Light fusion, kerenlah pokoknya. Gue suka lagu Surprise Surprise! Unik tuh lagu, durasinya cuma sebentar banget *tau deh ada semenit ngga* tapi sesuai dengan judulnya...really surprising.

Hehehee..jadi inget pas nonton Jak-Jazz beberapa tahun yang lalu :)

{2/27/2004 01:52:00 PM}

|
Wednesday, February 25, 2004
Ngga terlalu banyak kerjaan siang ini, udah banyak yang kelar sebelum lunch tadi. Lumayan santailah...tapi akibatnya jadi semakin ngantuk, lagipula cuaca cukup mendukung untuk tidur :) Banyak materi yang harus gua baca, tapi kayanya ngga siang ini deh..hehe..ngga sanggup! Ngga tau akhir-akhir ini kok jadi pengantuk sekali ya?

{2/25/2004 02:51:00 PM}

|
Penasehat : Wanita itu punya kepercayaan diri sejajar dengan laki-laki.
King Mongkut : Tidak! Dia punya kepercayaan diri sejajar dengan seorang raja.

(Anna & The King)

{2/25/2004 11:55:00 AM}

|
Tuesday, February 24, 2004
Menu makan siangnya "ajaib" lagi. Hehehe..susah deh!
Gw lagi MALES BANGET mo ngapa-ngapain....

{2/24/2004 11:51:00 AM}

|
Thursday, February 19, 2004
NGAMEN LAGI..NGAMEN LAGI...

Alhamdulillah, kelar kerjaan hari ini.
Dari pagi sampai siang meeting-meeting mulu, dan setelah makan siang banyak sekali order drafting dan reviewing perjanjian. Cape, tapi puas sih.

Ntar malem latian lagi ama anak-anak. Jumat-Sabtu-Minggu jadwal maen lumayan ketat, musti banyakin istirahat biar ngga tepar lagi kaya minggu kemaren.

{2/19/2004 04:35:00 PM}

|
Forgiving...and Loving

Barangkali semua orang pernah merasakan kemarahan dan kebencian yang amat sangat, begitu marah dan bencinya sehingga seolah-olah ngga akan termaafkan segala sesuatu yang bikin marah itu. Well, gue pernah alami itu, for once in my life...selama hampir dua dekade. Kebangetan, but that was true. Untuk sekian lamanya gue bersikeras bahwa rasa sakit gue harus terbalaskan, one way or another. Cape sebenernya, tapi entah kenapa kebencian itu betul-betul mengakar di hati gue. Kebencian yang bikin gue ngga bisa tidur nyenyak.

And then... payback time!!! I've got everything in mind. Dengan keyakinan penuh gue maju ke medan perang *walah*...dan apa yang terjadi? When my almost twenty years enemy was standing right before my eyes, dan dia ngeliat gue dengan tatapan mata yang lembut (sumpah, itu tatapan mata yang paling lembut yang pernah gua liat)...I was suddenly speechless. Musuh bebuyutan gue itu tanpa basa-basi langsung meluk gue dan dia bilang: "I'm truly sorry". Sumpah, gue ngga bisa ngomong apa-apa kecuali satu pertanyaan buat dia: "kemana aja selama ini?"

Saat itu juga semua kebencian gue langsung lenyap entah kemana. Bersamaan dengan ini rasanya hati gue ringan sekali. Inilah rupanya jawaban dari Allah terhadap kebencian yang gue pendam sebegitu lamanya. Jawaban terhadap pertanyaan gue tentang ketidakadilan yang gue rasakan selama ini. Pada saat itulah gue yakin akan dua hal: bahwa sesungguhnya Allah sungguh maha pengasih, dan bahwa musuh gue selama ini sesungguhnya bukanlah seorang musuh sama sekali.

(Dedicated to my beloved Daddy..i will always love you)

{2/19/2004 08:00:00 AM}

|
Wednesday, February 18, 2004
Question of the day:
Is a compromise better than a fight?

{2/18/2004 05:00:00 PM}

|
Hadiah Terbaik Untuk Diri Sendiri
Oleh: Gede Prama



Setiap orang pernah mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan. Ada masa sulit dalam berumah tangga, kehidupan karir, kesehatan, atau kehidupan pribadi yang diguncang badai. Kebanyakan juga setuju kalau masa-masa sulit ini bukanlah keadaan yang diinginkan. Sebagian orang bahkan berdoa, agar sejarang mungkin digoda oleh keadaan-keadaan sulit. Sebagian lagi yang dihinggapi oleh kemewahan hidup ala anak-anak kecil, mau membuang jauh-jauh, atau lari sekencang-kencangnya dari godaan hidup sulit.

Akan tetapi, sekencang apapun kita menjauh dari kesulitan, ia tetap akan menyentuh badan dan jiwa ini di waktu-waktu ketika ia harus datang berkunjung. Rumus besi kehidupan seperti ini, memang berlaku pada semua manusia, bahkan juga berlaku untuk seorang raja dan penguasa yang paling berkuasa sekalipun. Sadar akan hal inilah, saya sering mendidik diri untuk ikhlas ketika kesulitan datang berkunjung.

Syukur-syukur bisa tersenyum memeluk kesulitan. Tidak dibuat sakit dan frustrasi saja saya sudah sangat bersyukur. Pelukan-pelukan kebijakan seperti inilah yang datang ketika sang hidup sempat membanting saya dari sebuah ketinggian. Sakit memang, tapi karena ia sudah saatnya datang berkunjung, dan kita tidak punya pilihan lain terkecuali membukakan pintu rumah kehidupan, maka seterpaksa apapun hanya keikhlasanlah satu-satunya modal berguna dalam hal ini.

Senyum penerimaan terhadap kesulitan memang terasa kecut di bibir. Dan sebagaimana logam yang sedang dibuat menjadi patung indah, kesulitan memang terasa seperti semprotan panasnya api mesin las, dihajar oleh palu besar, kencangnya cubitan tang, menyakitkannya goresan-goresan amplas kasar, atau malah tidak enaknya bau cat yang menyelimuti seluruh badan patung logam. Semua tahu, kalau badan dan jiwa ini kemudian akan menjadi ‘patung logam’ yang lebih indah dari sebelumnya. Tetapi tetap saja ada sisa-sisa ketakutan - dan bahkan mungkin trauma - yang membuat kita manusia menghindar dari kesulitan.

Cuman selebar apapun goresan luka yang dibuat oleh kesulitan, ada mahluk yang amat berguna dan amat dibutuhkan dalam pengalaman-pengalaman menyakitkan ini, ia bernama sahabat. Tidak semua sahabat fasih memberikan nasehat. Tetapi dengan kesediaannya untuk mendengar, sinaran mata yang berisi empati, kesediaan untuk menjaga rahasia, sahabat menjadi permata berlian yang amat berguna dalam keadaan-keadaan ini.

Di rumah saya memiliki seorang sahabat yang amat mengagumkan. Dari segi pendidikan formal ia hanya tamatan SMU. Bahkan SMU tempat ia bersekolah dulu sudah bubar, sebagai tanda ia bukanlah berasal dari sekolah yang terlalu membanggakan. Namun nasehat serta keteladanan hidupnya kadang mengagumkan. Di kantor saya memiliki sejumlah bawahan yang datang sama manisnya baik ketika dipuji maupun setelah dimaki. Seorang tetangga menelpon, mengirim SMS dan bahkan menyempatkan diri berkunjung ke rumah. Tidak untuk memberikan ceramah, hanya untuk mendengar. Seorang sahabat dekat yang memimpin sebuah raksasa teknologi informasi bahkan mengatakan bangga menjadi sahabat saya. Ketika tulisan ini dibuat, seorang sahabat lama yang tinggal di Surabaya menelepon, tanpa bermaksud menggurui ia mengutip kata-kata indah Confucius : ‘Manusia salah itu biasa, tetapi menarik pelajaran dari kesalahan itu baru luar biasa’.

Apa yang mau saya tuturkan dengan semua ini, rupanya sahabat adalah hadiah paling berharga yang bisa kita berikan pada diri kita sendiri. Secara lebih khusus ketika kita ditimpa kesulitan yang menggunung. Sehingga patut direnungkan, kalau kita perlu menabung perhatian, empati, cinta buat para sahabat. Tidak untuk berdagang dengan kehidupan. Dalam arti, memberi dengan harapan agar diberi kelak. Melainkan, sebagaimana cerita dan pengalaman di atas, dalam dunia persahabatan, dalam memberi kita sebenarnya sudah diberi. Bahkan, setiap sahabat yang memberi perhatian dan empati pada sahabat lainnya, ketika itu juga mengalami the joy of giving. Ketika itu juga seperti ada beban di bahu yang berkurang jauh beratnya.

Ada memang orang yang memiliki banyak sekali teman. Kemana-mana namanya dipanggil orang. Cuman, sedikit diantara semua teman yang banyak ini kemudian bisa menjadi sahabat. Bercermin dari kenyataann inilah, maka saya lebih memusatkan diri untuk mencari dan membina sahabat. Jumlahnya memang tidak akan pernah banyak. Bahkan ia lebih sedikit dari jumlah jari tangan. Cuman sesedikit apapun jumlahnya, sahabat tetap sejenis hadiah terbaik yang bisa kita bisa berikan buat diri sendiri.

Mobil mewah memang bisa membawa kita ke tempat jauh lengkap dengan gengsinya. Rumah mewah memang bisa meningkatkan kenyamanan tinggal sekaligus meningkatkan kelas. Ijazah lengkap dengan gelarnya yang mentereng juga bisa meningkatkan percaya diri. Akan tetapi, baik mobil mewah, rumah mewah maupun ijazah tidak bisa menghadirkan empati yang menyentuh hati ke diri ini. Lebih-lebih ketika sang kesulitan datang menghimpit badan.

Di sebuah Sabtu pagi, seorang sahabat yang membaca harian Kompas yang memberitakan bahwa saya mengundurkan diri dari jabatan presiden direktur di sebuah kelompok usaha amat besar di negeri ini, langsung menelepon saya dari tempat yang jauh. Ia berucap sederhana : ‘saya bangga jadi teman Anda’. Inilah hadiah terbaik yang bisa dihadiahkan ke diri sendiri. Ia tidak dibungkus kado, ia juga tidak hanya datang ketika hari raya atau ulang tahun. Ia justru lebih sering datang ketika kita amat membutuhkannya.



{2/18/2004 09:45:00 AM}

|
Tuesday, February 17, 2004
Anda Harus Pindah Kerja….
Apa saja tandanya?


Ini baru awal minggu. Tapi belum lama duduk di ruang kerja, anda sudah cemberut, mudah marah dan.. "kok rasanya suntuk dan stres ya?padahal kemarin saya baru saja berlibur." Wah, hati-hati. Mungkin anda sudah lama bosan dengan situasi kerja di kantor anda. Kalau begitu, kenapa tidak mulai berpikir untuk pindah saja?

Dalam menjalani rutinitas kerja, wajar sih kalau sesekali kita jenuh dan ingin pergi sejenak untuk mencari suasana lain. Tapi kalau anda sudah berulang kali berlibur, bersenang-senang tapi masih tetap jenuh ketika datang ke tempat kerja, bisa jadi masalahnya lebih dari sekedar kejenuhan sesaat.

"Terus menerus merasa kehilangan spirit kerja meski sudah melakukan berbagai upaya, itu hanya menjelaskan bahwa anda memang sudah waktunya pergi. Kantor itu bukan lagi tempat yang bisa membuat anda tersenyum," demikian menurut Roberta Chinsky Matuson, penulis kolom karir untuk MSN.karir.com.

Memang, melakukan perubahan seringkali menjadi hal yang sulit dilakukan oleh sebagian dari kita. Itulah sebabnya, kita jarang mengabaikan berbagai sinyal yang sebenarnya menjadi tanda bahwa sudah waktunya kita pergi, melakukan perubahan dan menemukan energi baru untuk hidup kita. Nah, mari cermati berbagai tanda bahwa anda sudah waktunya pindah kerja.

Anda gagal mendapat promosi
Akhir-akhir ini perusahaan tampak begitu perhatian pada anda. Setelah bekerja hampir enam tahun, mereka menjanjikan posisi yang lebih baik untuk anda. Kata mereka, andalah kini satu-satunya calon yang paling potensial untuk mendapat promosi. Tapi beberapa minggu kemudian, tersiar kabar kalau posisi yang dijanjikan untuk anda ternyata juga dimungkinkan dijabat oleh orang luar.

"Artinya, seseorang atau beberapa orang di perusahaan itu tidak sepenuhnya jujur pada anda. Mereka mungkin tidak sungguh-sungguh menginginkan anda duduk di posisi itu," kata Roberta. Itu juga sekaligus menunjukkan kalau kantor tempat anda bekerja tidak memiliki rencana organisasi yang baik untuk karyawannya. Kalaupun anda memaafkan kesalahan manajemen tempat anda bekerja dan berharap lain waktu promosi akan datang pada anda, apa jaminannya bahwa kejadian yang lalu tidak terulang lagi?

Bos tidak lagi mengacuhkan pendapat anda
Selama ini selalu ada undangan di meja anda atau melalui email kalau ada keputusan yang ingin dibuat perusahaan. Tapi tiga minggu belakangan, tak ada sedikitpun undangan untuk itu. Pada saat bersamaan, banyak keputusan baru di perusahaan yang anda belum dengar sebelumnya. Ketika anda tanya pada bos, jawabannya begitu singkat. "Ya, Jon. Itu hasil-hasil keputusan di rapat minggu lalu." Sama sekali tak ada sinyal dari bos anda untuk meminta tanggapan anda tentang keputusan itu.

"Banyak hal bisa dibaca dari situasi itu. Bos anda mungkin sudah tertarik pada pendapat orang lain. Tapi anda bisa saja memperbaikinya sepanjang anda yakin itu bermanfaat," tegas Roberta Chinsky matuson. Tapi ia mengingatkan,kalau kesempatan kedua ternyata tak berguna, berarti anda harus berpikir ulang untuk bertahan di kantor itu. Kalau saran anda tak dibutuhkan, menurut Roberta, maka besar kemungkinan masa depan karir anda juga tak jelas. Jadi, buat apa menunggu?

Ada perusahaan lain ingin membeli kantor anda
Seringkali ketidakmampuan finansial suatu perusahaan tidak harus ditunjukkan dengan pengurangan karyawan. Tapi ada baiknya anda melihat tanda-tanda yang lain. Gaji yang tak kunjung naik, bonus yang tidak pasti, banyak rumor tentang fasilitas yang tak pernah terbukti kebenarannya, adalah beberapa tanda lain bahwa perusahaan tempat anda bekerja sedang tak stabil. Tanda lain yang lebih nyata? Ada perusahaan lain yang tiba-tiba sering dibicarakan di kantor anda, ingin membeli kantor anda.

Bagi Roberta, dalam bisnis apa saja bisa terjadi. "Sebenarnya wajar saja ada perusahaan yang lebih besar ingin beli tempat kita bekerja. Masalahnya, apakah anda juga termasuk karyawan yang ikut mereka beli?"

Memang bisa saja ada kabar baik. Tapi sebelum terlalu berharap, sebaiknya bersiap-siaplah membuat lamaran kerja ke tempat lain.

Bekerja tidak lagi menjadi tantangan
Apa yang membuat anda tertarik belakangan ini? Tidak ada? Apa yang ingin anda rencanakan untuk dilakukan esok hari?hanya rutinitas? Kalau semua jawabannya ya, itu berarti anda kehilangan tantangan. Tidak ada lagi rasa penasaran untuk berbuat lebih bagi pekerjaan anda.

"Ini mungkin sinyal yang paling baik buat anda untuk memutuskan waktunya tiba untuk pindah," kata Roberta memberi saran. Sebab, kalau anda merasa tak ada tantangan lagi dalam pekerjaan anda di kantor itu, berarti memang anda tak melihat peluang lagi disana. Kalau demikian, mengapa masih disana?

Poinnya, kalau anda mau lebih peduli untuk mengenali sinyal bahwa sudah waktunya anda pindah ke tempat lain, semangat anda akan terus bekerja. Sebab sebenarnya tak ada semangat dan ide yang bisa redup, kecuali anda berada di tempat yang salah tanpa anda sadari.


{2/17/2004 09:44:00 AM}

|
Friday, February 13, 2004
Confucius said:
"If a person lacks trustworthiness, I don't know what s/he can be good for. When a pin is missing from the yoke-bar of a large wagon, or from the collar-bar of a small wagon, how can it go?"

{2/13/2004 05:59:00 PM}

|
..give me the beat boys
free my soul
i wanna get lost in your rock and roll
and drift away..

{2/13/2004 10:17:00 AM}

|
Thursday, February 12, 2004
The Manhattan Transfer

Emang unik quartet yang satu ini loh. Judulnya aja quartet, tapi sepertinya yang nyanyi sepuluh :) Ngga tau deh gimana caranya bisa begitu. Trus yang asik lagi, kalo mereka disuruh nyanyi satu-satu, suaranya ga ada yang merdu gitu (unik sih iya karena masing-masing punya timbre yang jauh berbeda...tapi ga merdu kaya misalnya Boyz II Men deh, or Elfa's Singers). Tapi begitu empat suara itu bertemu dalam harmonisasi nada...aduh gila..keren banget! Gue lupa judulnya apa tuh lagu, di bagian coda-nya mereka bikin suara kaya suara kereta api yg tuuut..tuuut..gitu...mirip banget. Sambil dengerin gue coba pilah-pilah tuh not yang diambil masing-masing orang, dahsyat ternyata...berarti: yang nyanyi dan yang bikin aransemennya jago abez :)

{2/12/2004 12:57:00 PM}

|
Wednesday, February 11, 2004
Cause you're my unsung hero
And I know it's not easy to walk in your shoes
Day after day you continue to amaze me
Now I sing the song of love for you

{2/11/2004 07:42:00 AM}

|
Tuesday, February 10, 2004
My father used to sing this song on the piano.
And I always had a chill to hear the way he sang it.


Amazing Grace

Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me...
I once was lost but now am found
Was blind, but now I see.

T'was Grace that taught...
My heart to fear
And Grace, my fears relieved.
How precious did that grace appear...
The hour I first believed.

Through many dangers, toils and snares...
We have already come.
T'was Grace that brought us safe thus far...
And Grace will lead us home.

The Lord has promised good to me...
His word my hope secures.
He will my shield and portion be...
As long as life endures.

When we've been here a thousand years...
Bright shining as the sun.
We've no less days to sing God's praise...
Than when we've first begun.

Amazing Grace, how sweet the sound
That saved a wretch like me...
I once was lost but now am found
Was blind, but now I see.

{2/10/2004 01:18:00 PM}

|
ABOUT ME
born on nov 20
loves blue
loves jazz, pop and madly in love with rock n roll
loves singing and playing piano
day and night person
neat dresser as well

FOREVER IN MY HEART

ARCHIVE

DEFINITELY FRIENDS OF MINE

SHOUT IT OUT!

Powered by Blogger

Weblog Commenting and Trackback by HaloScan.com

MyShoutbox.com - Free Shoutbox! Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.comGet awesome blog templates like this one from BlogSkins.com